Rabu, 19-01-2022
  • Anything Is Nothing Without Sincerity ●●● الهي انت مقصودي ورضاك مطلوبي اعطني محبتك ومعرفتك ●●● Berilmu Amaliyah, Beramal Ilmiah

Pondok Pesantren

Pondok Pesantren (YYPP) al Mukhlishin yang terletak di desa Ciseeng Bogor, pendiri pondok pesantren ini adalah Drs.H.Zaenal Abidin MM. (biasa dipanggil Pak Abidin). Ia bukan berasal dari kalangan ulama, bahkan ia juga tidak pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren manapun. Setelah lulus sekolah setingkat SLTP di Pamanukan, Pak Abidin merantau ke Jakarta dan tinggal dengan pamannya.

Di Jakarta ia bekerja sebagai juru ketik surat di salah satu gedung pemerintahan, di tempat inilah Pak Abidin bertemu dengan H.Sudharmono SH, (biasa dipanggil Pak Dhar) dan akhirnya Pak Abidin menjadi orang kepercayaan Pak Dhar. Berawal dari pekerjaan inilah pak Abidin dapat meneruskan pendidikannya setelah lulus sekolah setingkat SLTP di Pamanukan. Karena kedekatannya dengan Pak Dhar, Pak Abidin tidak butuh waktu lama untuk naik jabatan, dengan prestasi inilah Pak Abidin akhirnya dapat melanjutkan pendidikannya sampai Pergururan Tinggi.

Pada tahun 1988 Pak Dhar terpilih menjadi wakil Presiden, Pak Abidin dipindahkan menjadi Kepala Biro Administrasi Pimpinan di Sekretariat Wakil Presiden. Dengan semangat yang tinggi dan dilandasi ingin meningkatkan derajat anak yatim piatu dan anak usia belajar pada umumnya, ia beserta keluarga mendirikan sebuah yayasan yatim piatu di desa Ciseeng pada tanggal 23 Desember 1983.

Gedung Asrama Putri
Masjid Jami Al-Mukhlishin

Yayasan ini adalah cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren al Mukhlishin. Al Mukhlisin tidak menunggu lama untuk melengkapi sarana dan prasarananya. Pada tanggal 22 Desember 1985 Yayasan Yatim Piatu Pondok Pesantren al Mukhlishin sudah memiliki gedung sekolah, asrama putra putri, serta fasilitas lain dengan perlengkapan pendukungnya. Semua ini tidal lepas dari sumbangsih para dermawan yang tulus ikhlas mengorbankan sebagian hartanya untuk kemajuan pondok pesantren al Mukhlishin.

Para dermawan itu diantaranya adalah H Soedharmono SH., dan para pejabat pada masa Orde Baru. Saat ini Pondok Pesantren al Mukhlishin sudah dihuni sekitar 1300 santri dari berbagai daerah. Keberhasilan Drs.H.Zaenal Abidi, MM., tidak ditunjukan di dalam pesantren saja, desa Ciseeng pun tidak luput dari perhatiannya agar lebih maju. Keadaan desa Ciseeng sangat tertinggal sebelum berdirinya pondok pesantren al Mukhlishin, aliran listrik belum terpasang, dan jalan-jalan masih banyak berlobang. Dengan berdirinya pondok pesantren al Mukhlishin Pak Abidin sering mengundang pejabat negara baik itu menteri, ketua partai maupun yang lainnya, maka jalan-jalan diperbaiki, listrik dan telpon juga mulai terpasang. Keberadaan pondok pesantren al Mukhlishin secara tidak langsung mendorong pertumbuhan sosial ekonomi di desa Ciseeng.

Fasilitas Lainnya